Apa itu Proses Polimerisasi?

Apa itu Proses Polimerisasi?

Polimerisasi adalah suatu proses dimana molekul yang relatif kecil, disebut sebagai monomer, menyatu secara kimiawi dan membentuk rantai atau struktur molekul yang besar, menjadi polimer. Jumlah tipe monomer pada proses polimerisasi akan menentukan jenis polimer yang dihasilkan.

Setidaknya, dibutuhkan 100 gabungan monomer untuk membuat suatu produk polimerisasi yang memiliki sifat fisik tertentu, misalnya elastis, padat, atau berserat. Hal tersebut yang membedakan polimer dengan zat atau material lain yang terbentuk dari molekul yang lebih kecil dan sederhana.

Ikatan kovalen yang stabil antar monomer dalam proses polimerisasi menjadikan proses tersebut berbeda dengan proses kimiawi lainnya, seperti kristalisasi. Pada proses kristalisasi, molekul dalam jumlah besar berkumpul atau menyatu dalam pengaruh gaya antarmolekul yang lemah.

Macam-Macam Polimerisasi

Polimerisasi biasanya dibedakan menjadi dua macam, yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi:

Polimerisasi Adisi

Merupakan polimerisasi dengan penambahan unit monomer yang terus menerus dipacu oleh suatu intermediet, yang biasanya berupa radikal, anion, kation dan membentuk polimer.
Polimerisasi adisi biasanya terjadi pada unit monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Reaksi adisi mengakibatkan terbukanya ikatan rangka menjadi ikatan tunggal.

Beberapa contoh polimer dari hasil polimerisasi adisi termasuk: polistirena, polietilena, poliakrilat, dan metakrilat. Polimer yang dihasilkan dari proses polimerisasi adisi memiliki sifat lengai atau sukar untuk bereaksi secara kimia. Atas alasan tersebut, polimer adisi merupakan non-biodegradable.


Polimerisasi Kondensasi

Polimerisasi kondensasi adalah proses pembentukan polimer melalui penggabungan molekul-molekul kecil lewat reaksi yang melibatkan gugus fungsi, dengan atau tanpa diikuti lepasnya molekul kecil.

Dengan kata lain, polimerisasi kondensasi hanya dilangsungkan oleh monomer yang mempunyai gugus fungsional. Molekul kecil yang dilepaskan biasanya adalah air. Selain itu, metanol juga sering dihasilkan sebagai efek samping polimerisasi kondensasi.

Polimer hasil dari proses polimerisasi kondensasi antara lain poliester, poliamida poliuretana, dan polisiloksan.

Polimer yang dihasilkan dari proses polimerisasi kondensasi cenderung lebih biodegradable jika dibandingkan dengan hasil polimerisasi adisi. Peptida yang berada di antara monomer pada polimer kondensasi dapat terhidrolisis, terlebih dengan kehadiran enzim bakteri.

Itulah tadi penjelasan seputar proses polimerisasi dan pengkategoriannya. Semoga bermanfaat!

Temukan solusi tepat untuk memenuhi kebutuhan produk plastik Anda hanya di Tokoplas.

© 2020 Tokoplas. All rights reserved