Mengenal Bioplastik: Pengertian, Komponen, dan Kegunaannya

Mengenal Bioplastik: Pengertian, Komponen, dan Kegunaannya

Saat ini, aspek keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam membeli sebuah produk. Lebih dari 70% konsumen menunjukkan kepedulian akan apakah produk yang mereka beli membahayakan lingkungan atau tidak.

Pada tahun 2012, agen konsultasi Accenture menjalankan survei kepada 250 senior executives di UK, USA, Jepang, Jerman, Perancis, Cina, Brazil, dan India. Mereka menemukan bahwa sustainability merupakan nilai yang vital bagi perusahaan mereka. 62% dari responden mengatakan bahwa investasi mereka didorong oleh ekspektasi konsumen atas produk yang ‘sustainable’ demi mendorong pertumbuhan perusahaan.

Untungnya, saat ini telah banyak jalan yang tersedia untuk membuat plastik menjadi lebih sustainable, bioplastik adalah salah satunya. Seiring dengan berkembangnya teknologi, saat ini dimungkinkan untuk membuat plastik yang lebih ‘ramah lingkungan’ dengan karakter fisik dan mekanis tertentu. Hal itu bukan hanya berarti material tersebut akan lebih ramah lingkungan, tetapi juga lebih dapat bersaing secara harga di pasaran dan memiliki performa yang lebih baik dari segi tertentu.

Namun, kendala yang saat ini dihadapi adalah masih kurangnya pemahaman konsumen seputar bioplastik. Atas alasan tersebut, artikel ini akan mencoba untuk menghadirkan informasi mengenai bioplastik, termasuk kelebihan serta pengaplikasiannya.

Apa Itu Bioplastik?

Secara definitif, istilah bioplastik dapat diterapkan pada setiap material plastik yang terbuat dari material terbarukan seperti pati jagung, minyak nabati, dan mikrobiota. Hal tersebut berbeda dengan plastik konvensional lainnya yang secara umum dibuat lewat proses polimerisasi dari minyak bumi yang merupakan bahan baku tak terbarukan.

Tipe Bioplastik

Bioplastik hanyalah satu bagian dari bio-based polymer yang beragam dengan karakteristik dan pengaplikasian yang berbeda pula. Beberapa contoh tipe plastik bio-based antara lain:

  • Bioplastik berbahan pati: Merupakan bioplastik sederhana yang terbuat dari pati jagung. Bioplastik ini biasanya dicampur dengan biodegradable polyester.

  • Bioplastik berbahan selulosa: Diproduksi menggunakan ester selulosa dan turunannya.

  • Bioplastik berbahan protein: Diproduksi menggunakan bahan dasar protein seperti gluten gandum, kasein, dan susu.

  • Bioplastik berbahan poliester alifatik: Sekelompok bio-based polyester termasuk PHB (poly-3-hydroxybutyrate), PHA (polyhydroxyalkanoates), PHV (polyhydroxyvalerate), polyhydroxyhexanoate PHH, PLA (polylactic acid), polyamide 11 (PA11).

  • Polietilena organik: Polietilena yang terbuat dari proses fermentasi atas material agrikultural seperti tebu dan jagung.

Kelebihan dari Bioplastik

  • Memproduksi lebih sedikit jejak karbon.

  • Membutuhkan energi produksi yang lebih kecil.

  • Tidak membutuhkan bahan baku tak terbarukan untuk pembuatannya.

  • Mengurangi limbah non-biodegradable yang dapat mencemari lingkungan.

  • Tidak mengandung aditif yang berbahaya bagi kesehatan, seperti bisfenol A.

  • Tidak mengubah rasa dari makanan yang dikemas oleh kemasan berbahan bioplastik .

Pengaplikasian Bioplastik

Penggunaan bioplastik saat ini terus mengalami perkembangan di beberapa sektor. Sebagai contoh, pada sektor medis untuk pembuatan prosthesis dan benang jahitan, sektor pangan untuk produk katering dan kemasan, mainan anak, bahkan fashion (Versace memiliki clothing line bernama Ingeo, yang produknya terbuat dari jagung).

Demikian beberapa informasi seputar bioplastik. Kunjungi website Tokoplas untuk mengakses informasi lain seputar plastik.

Tokoplas merupakan pasar digital resin/ biji plastik pertama dan terbesar di Indonesia yang memfasilitasi transaksi antara penjual dan pembeli resin/biji plastik dengan informasi yang lengkap, transparan, dan harga yang bersaing.

Temukan resin/biji plastik kebutuhan Anda hanya di Tokoplas!

© 2021 Tokoplas. All rights reserved