Mengenal Jenis Plastik dan Sifatnya

Mengenal Jenis Plastik dan Sifatnya

Sudah tahu kan kalau plastik tidak bersumber pada satu material saja? Meskipun plastik dapat dipecah menjadi beberapa tipe dan kategori, namun sebetulnya ada ribuan macam plastik yang masing-masing memiliki komposisi dan karakteristik yang berbeda-beda.

Plastik satu mungkin dapat menghalau produk makanan dari oksigen. Plastik yang lain bersifat transparan seperti kaca namun tetap kuat, atau bahkan dapat meregang dan kembali ke bentuk semula. Ada juga plastik yang kedap terhadap udara atau bahkan tahan peluru.

Keragaman karakteristik tersebut lah yang membuat plastik memiliki beragam penggunaan, seperti: menjaga makanan, menyekat bangunan, mengurangi emisi bahan bakar kendaraan, melindungi dari air hujan, dan masih banyak lagi.

Plastik merupakan produk gabungan dari ilmu rekayasa dan kimia. Seiring dengan munculnya inovasi-inovasi baru, para ilmuwan dan teknikus terus menemukan jenis-jenis plastik baru.

Berhubungan dengan itu, meskipun sulit untuk menentukan ada berapa jumlah jenis plastik saat ini, ada usaha untuk mengelompokan plastik menjadi beberapa kelas. Dua kelas yang paling umum adalah: termoplastik dan termoset.

Termoplastik

Mainan balok plastik warna-warni terbuat dari material termoplastik yang mudah didaur ulangMainan balok plastik warna-warni terbuat dari material termoplastik yang mudah didaur ulang

Ciri utama dari termoplastik adalah bisa dilelehkan ulang menjadi bentuk semula, seperti batu es yang dapat dilelehkan dan didinginkan kembali. Material termoplastik sangat mudah untuk didaur ulang dan tidak menunjukan perubahan karakter kimiawi setelah melalui proses pemanasan dan pendinginan berkali-kali.

Produksi termoplastik biasanya dimulai dengan pembentukan menjadi biji plastik. Biji plastik tersebut kemudian dipanaskan dan dibentuk menjadi berbagai macam produk industri dan produk komersial.

Beberapa termoplastik yang cukup dikenal antara lain: polietilena, polipropilena, polivinil klorida, polistirena, nilon, polikarbonat, dan lain-lain.

Termoset

Stop kontak berwarna putih yang terbuat dari material termoset yang tidak dapat dikembalikan ke bentuk semulaStop kontak berwarna putih yang terbuat dari material termoset yang tidak dapat dikembalikan ke bentuk semula

Tidak seperti termoplastik, plastik kategori ini tidak bisa dikembalikan menjadi bentuk semula. Plastik termoset biasanya diproduksi dan dibentuk pada saat yang bersamaan.

Termoset pada umumnya dibentuk dengan metode pemanasan dan langsung menjadi produk akhir, seperti matangnya telur setelah dimasak. Plastik yang termasuk dalam termoset antara lain akrilik, poliuretana, melamin, silikon, dan epoksi.

Selain dua kategori di atas, ada beberapa kategori plastik lain yang umum ditemukan, seperti:

Fiber Plastik

Fiber plastik merupakan plastik yang telah dipintal menjadi fiber atau filamen yang biasa dibentuk menjadi kain, tali, dan kabel. Pada umumnya plastik fiber memiliki karakteristik kuat, dapat merenggang, dan stabil pada suhu panas.

Beberapa fiber plastik yang paling umum antara lain poliester, nilon, rayon, akrilik, dan spandeks.

Plastik Rekayasa

Seperti namanya, plastik rekayasa adalah plastik yang direkayasa untuk mendapatkan karakteristik mekanis tertentu dan biasanya lebih awet dibandingkan dengan material lain. Sebagai contoh, polikarbonat yang tahan banting dan poliamida yang tahan abrasi.

Ada juga plastik rekayasa yang merupakan kombinasi dari beberapa jenis plastik. Salah satunya adalah ABS (acrylonitrile butadiene styrene) yang sangat kuat.

Nah, itulah 4 kategori plastik yang umum ditemukan dalam kegiatan sehari-hari. Namun, sebetulnya masih terdapat banyak lagi kategori plastik, beberapa diantaranya seperti pelapis, perekat, elastomer, dan karet yang akan kami bahas di artikel lainnya!

Kunjungi Tokoplas untuk mencari solusi plastik sesuai dengan kebutuhan Anda.

© 2020 Tokoplas. All rights reserved