Penerapan Lean Manufacturing untuk Proses Injection Molding

Penerapan Lean Manufacturing untuk Proses Injection Molding

Lean manufacturing sebetulnya merupakan konsep yang telah lama diperkenalkan sebagai  upaya untuk meningkatkan efisiensi proses produksi. Terhitung sejak akhir tahun 1980an, lean manufacturing telah membantu banyak perusahaan manufaktur untuk menyederhanakan alur produksi, meningkatkan kualitas produk yang berujung pada bertambahnya keuntungan.

Namun sebagaimana dengan konsep dan prinsip bisnis lainnya, lean manufacturing seringkali disalah pahami pada praktiknya. Banyak perusahaan yang mengklaim telah menerapkan konsep ini, padahal pada praktiknya tidak.

Untuk menghindari muncul kesalahpahaman seperti kasus tersebut, artikel ini akan memperkenalkan prinsip lean manufacturing yang bisa Anda terapkan untuk proses manufaktur injection molding Anda..

Apa itu Lean Manufacturing?

Lean manufacturing pertama kali diperkenalkan oleh Toyota untuk menangani inefisiensi pada proses manufaktur otomotifnya pada tahun 1980an. Penerapan lean manufacturing ditujukan untuk mengeliminasi pemborosan (waste) yang tercipta dari proses produksi. Pemborosan, dalam konsep ini diartikan sebagai segala usaha yang dikeluarkan yang tidak memiliki nilai lebih untuk end-customer.

Di Jepang, prinsip ini dikenal dengan istilah ‘muda’, dan biasanya digolongkan menjadi 7 jenis pemborosan, yang akan dijelaskan di bagian bawah. Sebagai catatan, ‘pemborosan’ yang akan dijelaskan selanjutnya merupakan ‘pemborosan’ dalam konsep lean manufacturing, yang mana berbeda dengan pengertian pemborosan material yang dikenal pada umumnya.

  1. Waktu tunggu
    Setiap waktu yang terbuang, dimana proses produksi tidak berlangsung, dianggap sebagai pemborosan. Hal ini dapat berlaku pada pekerja, mesin, material, transportasi dan sebagainya. Setiap waktu yang terbuang tersebut akan menyebabkan memanjangnya siklus produksi, dan pada akhirnya akan menunda produk untuk sampai ke pasaran.
  2. Penyimpanan
    Penyimpanan yang berlebih pada tahap proses produksi manapun dianggap sebagai pemborosan. Dengan begitu, jika Anda memesan bahan baku yang berlebih (lebih dari yang dibutuhkan untuk produksi yang sedang berjalan), maka hal itu akan dianggap sebagai pemborosan.
  3. Transportasi
    Transportasi tentunya merupakan komponen yang krusial dalam alur manufaktur. Perpindahan bahan baku menuju gudang, dari gudang menuju ruang produksi, dan menuju konsumen pastinya membutuhkan pengeluaran transportasi. Namun pada konsep lean manufacturing transportasi yang berlangsung mulai dari awal sampai pada tangan konsumen harus ditekan sampai pada titik minimum.
  4. Perpindahan / pergerakan
    Pemborosan yang satu ini serupa dengan transportasi namun merujuk pada cakupan yang lebih luas. pemborosan perpindahan tidak hanya berlaku pada perpindahan barang saja tetapi juga pada alur proses yang dibutuhkan dalam membuat produk. Hal ini berlaku baik pada pergerakan pekerja maupun mesin produksi.
  5. Overprocessing
    Yang dimaksud dengan overprocessing merupakan tahap pengerjaan yang dilakukan di luar dari apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Pemborosan jenis ini bisa saja berupa penambahan ornamen produk, ataupun penggunaan material yang kualitasnya di atas kebutuhan konsumen.

    Overprocessing
    juga dapat mengacu pada kontrol kualitas injection molding plastik ketat yang tidak perlu, sehingga melebihi apa yang dibutuhkan oleh konsumen.  
  6. Produksi berlebih
    Secara umum produksi berlebih yang dimaksud dalam konsep lean manufacturing adalah memproduksi barang sebelum konsumen membutuhkannya. Produksi berlebih dapat menyebabkan penyimpanan yang berlebih.

    Produksi berlebih juga bisa mengacu pada produksi bagian produk yang tidak sinkron satu bagian produksi diproduksi mendahului bagian lainnya. Sehingga dibutuhkan penyimpanan bagian produk yang diproduksi lebih awal.
  7. Cacat produk
    Tentunya tujuan dari setiap proses produksi adalah untuk menjaga jumlah cacat produk serendah mungkin. Dengan mengkodifikasi jenis pemborosan ini, lean manufacturing menempatkannya sebagai kontributor utama inefisiensi produksi, dan menjaga masalah cacat dalam kerangka kerja yang diperlukan agar benar-benar lean.

Bagaimana Cara Menerapkan Lean Manufacturing?

Menerapkan Produksi Volume Rendah-Menengah

Pada metode injection molding, dimungkinkan untuk menjalankan skema produksi yang lebih pendek. Produksi dengan volume rendah juga dapat membantu mengurangi atau mengeliminasi pemborosan persediaan berlebih.

Meninjau ulang Standar dan Metode QA

Meskipun Anda benar-benar harus memperhatikan kualitas produk, Anda juga harus memastikan untuk dapat menghindari pemborosan overprocessing - baik dalam standar QA (Quality Assurance) Anda sendiri atau dari sisi pelanggan Anda.

Meninjau Proses Produksi Lewat Helicopter View

Mengambil sudut pandang keseluruhan untuk melihat proses produksi akan membantu Anda untuk mengidentifikasi beberapa pemborosan yang mungkin terjadi. Jika bisnis Anda sudah mulai berkembang membesar, maka besar kemungkinan munculnya berbagai pemborosan yang telah disinggung di atas. 

Sebagai kesimpulan, lean manufacturing bukanlah jargon semata. Fakta bahwa konsep ini telah lama muncul dan masih banyak digunakan saat ini menunjukkan bahwa pendekatan lean manufacturing cukup efektif untuk mengoptimasi efisiensi bisnis Anda.

Tokoplas akan selalu mendukung bisnis plastik Anda dengan menyediakan berbagai informasi seputar industri manufaktur plastik. Tokoplas merupakan pasar digital resin/ biji plastik pertama dan terbesar di Indonesia yang memfasilitasi transaksi antara penjual dan pembeli resin/biji plastik dengan informasi yang lengkap, transparan, dan harga yang bersaing.

Temukan resin/biji plastik kebutuhan Anda hanya di Tokoplas!

© 2021 Tokoplas. All rights reserved