Mengenal Polimer Termoplastik

Mengenal Polimer Termoplastik

Salah satu pengaplikasian ilmu kimia yang paling terkenal adalah pengembangan plastik. Mulai dari alat medis yang membantu menyelamatkan pasien sampai wadah makanan yang Anda gunakan untuk menyimpan sisa hidangan makan malam, plastik selalu hadir di kehidupan sehari-hari.

Nah, dari berbagai jenis plastik yang tersedia di pasaran, ada satu tipe plastik yang dikenal memiliki nilai kegunaan yang tinggi jika dibandingkan dengan tipe plastik lainnya. Selain tinggi akan nilai keserbagunaan, plastik yang satu ini juga tergolong mudah untuk didaur ulang. Jenis plastik tersebut adalah polimer termoplastik.

Penasaran dengan serba-serbi plastik polimer termoplastik? Mari simak pembahasan mengenai plastik polimer yang satu ini!

Apa itu Polimer?

Sederhananya, polimer adalah material yang tersusun dari perulangan unit yang disebut monomer yang terhubung menjadi sebuah rantai atau percabangan. Polimer terdiri dari dua jenis, yaitu alami dan sintetis.

Polimer yang terbentuk secara alamiah berasal dari zat tepung, selulosa dan karet. Sedangkan bentuk polimer seperti polyester, nilon dan plastik merupakan hasil proses sintetis.

Perbedaan Termoplastik dengan Polimer Lainnya

Monomer yang membentuk polimer termoplastik menyatu lewat ikatan antar molekul yang disebut gaya van der Waals, membuat molekul netral saling menarik secara lemah. Perulangan unit monomer tersebut tersusun dengan sendirinya sehingga molekul polimer termoplastik menyerupai untaian butiran yang menyatu.

Karena ikatannya yang begitu lemah, polimer termoplastik akan melembut ketika dipanaskan, memungkinkan termoplastik dicetak menjadi berbagai macam bentuk, lalu dipanaskan kembali dan dibentuk ulang. Sifat tersebut membuat bahan polimer termoplastik mudah untuk digunakan secara berulang.

Kelebihan lain dari polimer jenis termoplastik antara lain kuat dan memiliki tendensi resisten terhadap pengerutan. Di sisi lain, polimer termoplastik memiliki kekurangan, yaitu membutuhkan biaya produksi yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan jenis polimer lainnya.

Selain itu, sifatnya yang mudah meleleh membuat polimer termoplastik tidak cocok untuk pengaplikasian pada temperatur tinggi.

Polimer Termoplastik yang Paling Umum Ditemukan

Ada banyak produk polimer termoplastik yang bisa ditemukan dengan bentuk dan fungsinya yang bermacam-macam, seperti:

HDPE

High-density polyethylene (HDPE) merupakan materi plastik yang cenderung keras, ringan namun kuat dan tidak tembus pandang. Polietilena tekanan rendah ini bisa diproduksi menjadi kabel listrik. Poliamida sering diasosiasikan dengan pembuatan tali dan sabuk plastik.

LDPE

Low Density Polyethylene (LDPE), sebagaimana dengan namanya, adalah polietilena dengan tingkat densitas yang lebih rendah jika dibandingkan dengan HDPE. Polietilena tekanan tinggi termasuk dalam termoplastik yang biasa diproduksi menjadi komponen-komponen elektronik.

PVC

Salah satu polimer termoplastik yang paling terkenal adalah polyvinyl chloride, atau PVC. Polyvinyl chloride (PVC), kemasan yang terbuat dari plastik PVC cukup tahan terhadap kontaminasi biologis maupun kimiawi. Atas karakternya tersebut, plastik PVC sering digunakan sebagai kemasan obat-obatan. Selain itu PVC juga bisa dibentuk menjadi pipa, kontainer, maupun materi-materi insulasi.

Beberapa bahan perekat juga ada yang termasuk sebagai polimer termoplastik, seperti: akrilat, sianoakrilat dan epoksi.

Meskipun polimer termoplastik hadir dalam variasi bentuk yang luas, fitur umum dari polimer yang satu ini tetap sama, yakni serbaguna dan mudah didaur ulang.

Itulah penjelasan umum mengenai polimer termoplastik yang dapat Anda manfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Anda masih ragu menentukan jenis resin plastik yang dibutuhkan? Konsultasikan kebutuhan Anda bersama Tokoplas dan dapatkan solusi terbaik untuk kebutuhan perusahaan Anda.

© 2020 Tokoplas. All rights reserved