Tipe - Tipe Resin dan Penggunaannya

Tipe - Tipe Resin dan Penggunaannya

Resin merupakan zat kental yang biasanya diubah menjadi polimer melalui proses curing. Material resin sebetulnya terbentuk secara alami. Namun, sudah banyak juga saat ini resin yang dibentuk secara sintetis.

Artikel ini akan membahas mengenai 12 tipe resin, juga mengulas mengenai karakter dan pengaplikasian dari masing-masing resin tersebut.

Resin Poliester

Resin poliester terbentuk dari reaksi antara asam dibasic organik dan alkohol polihidrat. Resin poliester yang cenderung memiliki biaya rendah produksi memiliki sifat sangat fleksibel dan memiliki resistensi yang baik terhadap panas, zat kimia, dan api. Resin poliester biasanya diaplikasikan pada laminasi, auto-repair filler, alat pancing, komponen pesawat dan kapal laut, aksesoris dekoratif, dan botol.

Resin Fenolik

Resin fenolik termasuk dalam tipe resin termoset. Resin ini memiliki sifat kuat, tahan panas dan tahan banting, juga memiliki resistensi yang cukup baik terhadap korosi kimiawi dan kelembapan. Resin fenolik biasa digunakan untuk lapisan rem, komponen kelistrikan, laminasi, dan perekat semen.

Resin Alkyd

Resin alkyd adalah resin poliester termoplastik yang terbuat dari proses pemanasan alkohol polihidrik dengan asam polibasis. Resin in memiliki sifat termal dan elektrik yang baik, juga resisten terhadap zat kimiawi.

Resin alkyd cenderung rendah biaya produksi dan biasa digunakan sebagai insulasi kelistrikan, komponen kelistrikan, dan cat.

Resin Polikarbonat

Resin polikarbonat merupakan termoplastik yang pada umumnya berasal dari bisfenol A dan fosgen. Sifat dari resin ini antara lain memiliki indeks bias yang tinggi, dimensi elektrik dan termal yang stabil, resisten terhadap pewarnaan dan filtrasi. Resin ini baik digunakan untuk pengganti metal, helm, lensa, komponen kelistrikan, film foto, dan insulator.

Resin Poliamida

Resin poliamida mengandung kelompok amida sebagai bagian rantai molekular yang berulang. Resin ini memiliki sifat mudah untuk dibentuk, kuat, dan ringan. Resin poliamida juga memiliki koefisien gesekan yang rendah juga resisten terhadap abrasi dan zat kimiawi. Resin poliamida biasa digunakan untuk gir, benang bedah, ban, gelang jam, dan botol.

Resin Poliuretana

Resin poliuretana merupakan resin kopolimer yang terbuat dari poliol dan komponen isosianat. Poliuretana sangat serbaguna jika dicampur dengan resin lain. Resin poliuretana memiliki tingkat keseimbangan antara pemanjangan dan kekerasan yang baik. Resin ini biasa digunakan sebagai insulasi, perekat, dan elastomer.

Resin Silikon

Resin silikon bisa dibuat dengan sodium silikat dan beberapa klorosilan, tetapi saat ini silikon biasanya dibentuk dengan etil polisilikat dan beberapa disiloksan. Silikon memiliki tingkat stabilitas termal dan oksidasi yang tinggi, juga fleksibel dan tahan air. Resin silikon biasa digunakan sebagai karet, laminasi, dan pengaplikasian produk tahan air.

Resin Epoksi

Resin epoksi atau yang biasa juga disebut poliepoksida, termasuk tipe propolimer reaktif dan polimer yang mengandung kelompok epoksida. Resin ini memiliki resistensi yang sangat baik terhadap zat kimiawi dan panas dan merupakan zat perekat yang cukup efektif. Resin epoksi baik untuk digunakan sebagai laminasi, perekat, pelapis permukaan, dan baling-baling.

Resin Polietilena

Resin polietilena merupakan resin yang paling umum ditemukan, dengan jumlah produksi mencapai 100 juta ton per tahunnya. Resin ini memiliki resistensi terhadap zat kimiawi dan kelembapan yang sangat baik, juga memiliki tingkat fleksibilitas yang baik. Polietilena umumnya diaplikasikan sebagai bahan laminasi, kontainer, kabel insulasi, mainan anak, dan pipa.

Resin Akrilik

Resin akrilik terbuat dari asam akrilik, asam metakrilik, atau senyawa sejenis lainnya. Resin ini memiliki sifat transparan dengan tingkat tensilitas yang tinggi. Resin akrilik juga resisten terhadap sinar UV dan benturan. Akrilik biasa digunakan sebagai papan dekoratif, bahan perekat, elastomer, dan ubin tembus pandang.

Resin Polistirena

Resin polistirena merupakan polimer hidrokarbon aromatik yang terbuat dari monomer stirena. Proses produksi polistirena cenderung mudah dan rendah biaya. Resin ini cukup fleksibel dan resisten terhadap asam, alkali, dan zat garam. Polistirena bisa diaplikasikan sebagai pipa, busa, karet, dan instrumen otomotif.

Resin Polipropilena

Resin polipropilena termasuk dalam tipe resin polimer termoplastik yang tidak mengandung bisfenol A. Resin ini tidak berwarna, dengan tingkat densitas yang rendah, tahan panas dan tahan terhadap zat kimiawi. Resin polipropilena bisa disterilisasi, sehingga biasa diaplikasikan pada alat medis. Resin polipropilena biasa digunakan sebagai mainan anak, komponen kelistrikan, pipa produksi, dan fiber.

Nah, itu dia 12 tipe resin yang perlu Anda ketahui. Tertarik untuk memulai bisnis biji plastik? Kunjungi Tokoplas sekarang juga!

© 2020 Tokoplas. All rights reserved