Tokoplas.com required javascript enable
Masuk / Daftar

Plastic

Mengurangi Reject Rate di Proses Injeksi

Diposting 2 Feb 2026

Mengurangi Reject Rate di Proses Injeksi | Tokoplas.com

Pelajari cara menurunkan reject rate proses injeksi plastik melalui pemilihan resin yang tepat dan pengaturan parameter mold yang optimal.

Peran Pemilihan Resin dan Parameter Mold


Dalam industri manufaktur plastik, efisiensi produksi tidak hanya diukur dari seberapa cepat mesin bekerja, tetapi juga dari seberapa rendah tingkat reject yang dihasilkan. Proses injeksi plastik yang tidak optimal sering kali menyebabkan cacat produk seperti short shot, burn mark, sink mark, atau warpage. Salah satu kunci untuk menurunkan angka reject tersebut adalah kombinasi tepat antara pemilihan resin dan pengaturan parameter mold.


Mengapa Reject Rate Menjadi Masalah Utama?

Setiap kali terjadi produk gagal, berarti ada pemborosan material, waktu, dan energi. Dalam skala besar, reject rate yang tinggi dapat menurunkan efisiensi produksi hingga 10–20%, bahkan menyebabkan kerugian finansial signifikan. Karena itu, memahami faktor penyebabnya adalah langkah pertama untuk memperbaiki performa produksi.


1. Pemilihan Resin yang Tepat

Resin adalah fondasi dari hasil produk plastik. Setiap jenis resin memiliki karakteristik aliran (flowability), penyusutan (shrinkage), dan ketahanan panas yang berbeda. Memilih grade resin yang tidak sesuai dengan aplikasi atau kondisi proses dapat meningkatkan potensi cacat produk.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan resin:

  1. Melt Flow Index (MFI): MFI tinggi berarti resin lebih mudah mengalir, cocok untuk produk berdinding tipis atau mold kompleks. Namun, jika terlalu tinggi, dapat memicu masalah seperti flash atau burn mark.
  2. Heat Resistance: Resin dengan ketahanan panas rendah bisa mengalami degradasi saat diproses pada suhu tinggi.
  3. Moisture Sensitivity: Beberapa resin seperti PA (Nylon) atau PET sangat sensitif terhadap kelembapan dan harus dikeringkan terlebih dahulu.

Contohnya, untuk produk otomotif dengan ketebalan tidak merata, pemilihan resin dengan flowability seimbang dan shrinkage rendah seperti PP Copolymer atau ABS dapat mengurangi risiko warpage dan sink mark.


2. Parameter Mold yang Berperan Penting

Selain resin, parameter mold memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas produk. Pengaturan suhu, tekanan, dan waktu pendinginan perlu disesuaikan dengan karakteristik resin yang digunakan.

Beberapa parameter penting yang perlu diperhatikan:

  1. Suhu Barrel dan Mold: Suhu yang terlalu tinggi bisa menyebabkan burn mark, sementara suhu terlalu rendah bisa menimbulkan short shot.
  2. Tekanan Injeksi dan Holding: Tekanan yang tidak cukup akan mengakibatkan incomplete fill, sementara tekanan berlebih bisa menyebabkan flash di area parting line.
  3. Cooling Time: Waktu pendinginan terlalu singkat bisa menyebabkan deformasi, sedangkan terlalu lama memperpanjang cycle time tanpa manfaat berarti.

Dengan mengoptimalkan parameter-parameter ini berdasarkan data resin dan geometri produk, operator dapat menyeimbangkan antara kecepatan produksi dan kualitas output.


3. Kolaborasi Antara Material Engineer dan Operator Mesin

Menurunkan reject rate bukan hanya tanggung jawab tim produksi, tetapi juga hasil kolaborasi lintas fungsi. Material engineer harus memastikan resin yang dipilih sesuai dengan kebutuhan aplikasi dan kondisi mesin, sementara operator mesin perlu memahami bagaimana karakteristik resin memengaruhi perilaku saat proses injeksi.

Pendekatan berbasis data seperti mold flow simulation juga semakin populer karena membantu memprediksi area potensial cacat sebelum produksi dimulai.


4. Studi Kasus: Penggantian Resin untuk Menurunkan Reject

Salah satu pabrik komponen otomotif melaporkan reject rate tinggi akibat warpage pada housing lampu. Setelah analisis, ditemukan bahwa resin PP homopolymer yang digunakan memiliki shrinkage tinggi. Solusinya adalah mengganti ke PP copolymer dengan flowability lebih stabil dan penyusutan lebih rendah. Hasilnya, reject rate turun dari 8% menjadi di bawah 2% hanya dalam tiga minggu.


Kesimpulan

Menurunkan reject rate dalam proses injeksi plastik tidak bisa dilakukan dengan satu solusi tunggal. Dibutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan pemilihan resin yang tepat, optimasi parameter mold, serta kolaborasi antar tim teknis. Dengan pemahaman menyeluruh terhadap karakteristik material dan proses, industri dapat mencapai efisiensi produksi lebih tinggi sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk.


Temukan berbagai pilihan resin industri, dari PP Copolymer hingga ABS, hanya di Tokoplas, platform terpercaya untuk kebutuhan bahan baku plastik Anda.


Artikel Terkait